Boleh aku menulis lagi?
Maksudku, menulis namamu?
Menggoreskan setiap huruf namamu dalam buku kesayanganku.
Lagi-lagi aku merindu. Begitu mudahnya ya?
Aku hanya ingin melihatmu dengan aura baru, aku tak ingin berkecimpung di masa lalu. Biarkan aku belajar sejarah eropa saja, mereka lebih menarik ketimbang harus mengingat kamu berjalan disetiap retakan masa lalu kelamku.
Beberapa malam kadang menjadi sebuah cerita.
Dimana kita bisa berjumpa, bertatap muka, berbicang tanpa ada pihak ketiga atau selebihnya.
Pesan-pesan yang kau tuliskan, kau gambarkan, semua cerita yang baru saja kau lewati, tumpah begitu saja.
Aku rindu itu, aku rindu semua perbincangan konyol kita.
Bukan bermaksud untuk kembali berharap menginginkanmu. Hanya untuk sekedar bertukar kabar. Sudah lama kita tak bertemu, kan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar