Kadang kita
tak bisa menyalahkan emosi seseorang yang labil. Mungkin ia masih remaja,
hormonnya belum stabil. Mungkin juga karena masa lalunya. Kau tak bisa
menyalahkan masa lalu yang mengubahnya.
Untuk apa
menuntut seseorang untuk dewasa? Dewasa itu bukanlah sebuah jalan keluar untuk
menuntaskan sebuah masalah. Tetapi bagaimana kita menanggapinya dengan tenang,
dan mencari jalan keluarnya tidak dengan gegabah. Bagaimana bila menuntut
seseorang yang pada akhirnya ia tertekan untuk menjadi dewasa? Bisa jadi ia
akan melakukan perbuatan menyimpang.
“Kamu itu
diajarin jadi dewasa. Berpikiran dewasa.” Tak sadar kan bila itu adalah sebuah
penuntutan secara halus, secara tak langsung? Ya menurutku begitu. Kedewasaan
seseorang itu tumbuh karena keadaan yang membuatnya berfikir. Keadaan yang
mengangkatnya dan saat itu ia memiliki beberapa sikap dan sifat yang lambat
laun menjadi lebih baik.
Apa orang
dewasa tidak suka bermain? Itulah sebuah pertanyaan yang tertanam di hati
anak-anak sehingga banyak dari mereka yang takut menjadi dewasa. Banyak yang
mencemooh “Kamu itu udah gede ih, masa mainan?” Lalu bagaimana mereka
menjelaskan waktu luang mereka untuk jalan-jalan dan bermain-main di mall atau
tempat-tempat yang menyediakan wahana untuk bermain? Itu egois sekali.
Menjadi tua
itu wajar, menjadi dewasa itu wajar. Tetapi penuntutan itu termasuk daftar yang
seharusnya dicoret. Memang koersi itu ada dan diajarkan, tetapi sepatutnya
saja. Karena semua orang itu pasti akan tumbuh pada saatnya.