Jumat, 16 November 2012

Kembali Merindu



Boleh aku menulis lagi?
Maksudku, menulis namamu?
Menggoreskan setiap huruf namamu dalam buku kesayanganku.
Lagi-lagi aku merindu. Begitu mudahnya ya?
Aku hanya ingin melihatmu dengan aura baru, aku tak ingin berkecimpung di masa lalu. Biarkan aku belajar sejarah eropa saja, mereka lebih menarik ketimbang harus mengingat kamu berjalan disetiap retakan masa lalu kelamku.
Beberapa malam kadang menjadi sebuah cerita.
Dimana kita bisa berjumpa, bertatap muka, berbicang tanpa ada pihak ketiga atau selebihnya.
Pesan-pesan yang kau tuliskan, kau gambarkan, semua cerita yang baru saja kau lewati, tumpah begitu saja.
Aku rindu itu, aku rindu semua perbincangan konyol kita.
Bukan bermaksud untuk kembali berharap menginginkanmu. Hanya untuk sekedar bertukar kabar. Sudah lama kita tak bertemu, kan?


Minggu, 04 November 2012

Dari Sekelompok Malam


Aku tak pernah disini sebelumnya. Aku tak pernah ingat dimana sebelumnya aku berpijak. Di surgakah, atau di planet lain. Yang aku ingat sekarang hanyalah dirimu yang secara tiba-tiba menghilang.

Setiap malam aku menyusuri jalan-jalan ramai kota besar dan keheningan perbukitan. Hanya untuk mencari dimana kamu. Ada naluri kuat yang mendorongku untuk mendatangi sebuah daerah yang aku tak bisa gambarkan seperti apa. Aku tak peduli seberapa jauh aku melangkah, aku hanya ingin bisa menemukanmu.

Waktu ikut berlari bersamaku, ia tak peduli sekalipun aku berhenti. Hingga pada akhirnya aku berhenti karena lelah. Aku menangis ingin menyerah. Apa ini hanya sia-sia? Aku tak mendapatkan apa yang aku inginkan, namun aku tak bisa berbalik untuk kembali. Aku harus memulai semuanya lagi. Dan hingga akhirnya aku melihatmu dari kejauhan. Aku bisa melihatnya, ya itu kau yang kucari.

Seakan Adam dan Hawa yang bertemu setelah dipisahkan ribuan mil jaraknya. Aku bisa merasakan kembali apa yang hilang, aku bisa merasakan dirimu yang hampir menyerah menghapus jarak. Aku bisa merasakan hangatnya pelukanmu pada dinginnya suasana.

Kemudian kubuka mataku perlahan dan semua itu sirna. Hingga kini, aku hanya kotak kosong yang berisikan rindu dan angan tentangmu.