Apa sih artinya jatuh cinta itu?
Aku sepertinya sudah tidak bisa membedakan apa itu cinta dan sakit hati.
Orang bilang, cinta itu adalah
hal yang indah. Namun bagiku, berani mencinta, berani menerima resiko.
Disaat aku mulai mencintai
seseorang, tak terkecuali siapa itu, disitulah aku mulai siap untuk sakit hati.
Dan bodohnya aku, aku hanya ingin cintanya saja bukan sakit hati. Akhirnya aku
jatuh akibat kemauanku sendiri.
Ingin puaskan hati dengan
mengumbar kata kasar dalam benak. Ah, paling itu hanya sesaat nanti juga balik
lagi.
Menyombongkan diri dengan menulis
kata-kata penyemangat. Berusaha melupakan cinta. Tapi sayangnya, mereka
memiliki pengaruh yang kuat.
Yah, seperti apa yang kurasakan
padamu. Kau mungkin tidak biasa dengan kata-kata puitis yang hanya monoton
dalam pengungkapannya. Kau hanya peduli pada baris-baris penyemangat hidup yang
kau lontarkan. Tapi hatimu bisa merasakannya, namun tak sedalam apa yang
kurasa.
Kau mungkin bisa menganggap
pertemanan adalah hal yang sangat cocok untuk kita. Tapi tidak untukku, aku
ingin lebis spesial, misalnya sahabat.
Mungkin kau hanya iya dalam bibir
saja.
Selama setahun ini aku tak pernah
menuliskan apa yang kurasa seperti ini, karena berkat kau, aku merasa lebih
bangkit dari lingkaran kesedihan masa lalu yang sudah lama mengikat padaku.
Nyatanya, aku hanya menyakiti
hatiku sendiri. Berbulan-bulan aku stress berat hanya karena memikirkanmu.
Disaat itu, aku tau. Aku jatuh cinta padamu. Obrolan tidak berbobot yang kita
tumpahkan bersama, layaknya hanya sebagai penyembuh rindu. Berdua saja,
berbincang berdua itu hanya penyemangat belaka yang memiliki jangka waktu yang
tidak bisa dihitung lama. Saat kutahu ada yang dekat denganmu, aku cemburu.
Entah apa maksud cemburu yang kurasa. Kau bukan siapa-siapa, kau hanya seorang
teman.
Oh sudahlah, tak ada harganya
lagi ku bicarakan ini. Hanya menambah sayatan dihati. Sudah terlalu banyak
goresan luka, namun belum kutemu obat yang pantas dan mampu menghilangka semua
luka hati ini. Ya, kau. Kuharap kau bahagia dengan pasanganmu yang dapat
meluluhkan hatimu kini. Bukan aku, tetapi dia yang selalu ada untukmu. Aku
bahagia ketika tahu kau bahagia. Memang sakit sebenarnya, tetapi aku ingin
menjadi teman yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar