Kamis, 24 Mei 2012

Cerita Seseorang


Apa sih artinya jatuh cinta itu? Aku sepertinya sudah tidak bisa membedakan apa itu cinta dan sakit hati.
Orang bilang, cinta itu adalah hal yang indah. Namun bagiku, berani mencinta, berani menerima resiko.
Disaat aku mulai mencintai seseorang, tak terkecuali siapa itu, disitulah aku mulai siap untuk sakit hati. Dan bodohnya aku, aku hanya ingin cintanya saja bukan sakit hati. Akhirnya aku jatuh akibat kemauanku sendiri.
Ingin puaskan hati dengan mengumbar kata kasar dalam benak. Ah, paling itu hanya sesaat nanti juga balik lagi.
Menyombongkan diri dengan menulis kata-kata penyemangat. Berusaha melupakan cinta. Tapi sayangnya, mereka memiliki pengaruh yang kuat.
Yah, seperti apa yang kurasakan padamu. Kau mungkin tidak biasa dengan kata-kata puitis yang hanya monoton dalam pengungkapannya. Kau hanya peduli pada baris-baris penyemangat hidup yang kau lontarkan. Tapi hatimu bisa merasakannya, namun tak sedalam apa yang kurasa.
Kau mungkin bisa menganggap pertemanan adalah hal yang sangat cocok untuk kita. Tapi tidak untukku, aku ingin lebis spesial, misalnya sahabat.
Mungkin kau hanya iya dalam bibir saja.
Selama setahun ini aku tak pernah menuliskan apa yang kurasa seperti ini, karena berkat kau, aku merasa lebih bangkit dari lingkaran kesedihan masa lalu yang sudah lama mengikat padaku.
Nyatanya, aku hanya menyakiti hatiku sendiri. Berbulan-bulan aku stress berat hanya karena memikirkanmu. Disaat itu, aku tau. Aku jatuh cinta padamu. Obrolan tidak berbobot yang kita tumpahkan bersama, layaknya hanya sebagai penyembuh rindu. Berdua saja, berbincang berdua itu hanya penyemangat belaka yang memiliki jangka waktu yang tidak bisa dihitung lama. Saat kutahu ada yang dekat denganmu, aku cemburu. Entah apa maksud cemburu yang kurasa. Kau bukan siapa-siapa, kau hanya seorang teman.
Oh sudahlah, tak ada harganya lagi ku bicarakan ini. Hanya menambah sayatan dihati. Sudah terlalu banyak goresan luka, namun belum kutemu obat yang pantas dan mampu menghilangka semua luka hati ini. Ya, kau. Kuharap kau bahagia dengan pasanganmu yang dapat meluluhkan hatimu kini. Bukan aku, tetapi dia yang selalu ada untukmu. Aku bahagia ketika tahu kau bahagia. Memang sakit sebenarnya, tetapi aku ingin menjadi teman yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar